 |
| Foto: Google |
Dalam banyak hal, perubahan zaman menuntun manusia menuju ke perubahan teknologi, pola pikir, dan pola hidupnya. Perlahan-lahan namun pasti, hal-hal tersebut bisa ikut memperkaya tradisi yang sudah ada sebelumnya, namun di sisi lain bisa juga menjadi ancaman melenyapkannya. Salah satunya tradisi memancing dan menangkap ikan.
Bagi para angler, betotan dari berbagai ikan punya sensasinya masing-masing. Rasa yang susah untuk diungkapkan tersebut yang menjadi alasan terkuat mengapa para angler tergila-gila dengan kegiatan memancing.
Begitu juga bagi sebagian nelayan dan masyarakat dunia. Menangkap ikan bukan hanya sekedar untuk menyambung hidup, tapi ada sisi lain dari kearifan lokal yang menjadi tradisi dan sangat disayangkan jika sampai punah.
Berikut ini adalah beberapa fakta unik tradisi memancing dan menangkap ikan yang ada di beberapa negara di dunia. Satu diantaranya memanfaatkan hasil dari teknologi modern, dan sebagian besar lainnya masih mempertahankan tradisi yang sudah ada sebelumnya secara turun-temurun.
°Kuba
Jika di beberapa wilayah Indonesia seperti Lampung, Sulawesi Utara, dan Manado para nelayannya ada yang memancing menggunakan layang-layang, di Kuba beda lagi. Ketika musim ikan telah tiba, para nelayan di Kuba memancing menggunakan alat kontrasepsi (kondom) murah bersubsidi dari pemerintahnya.
Teknik memancing "Balloon Fishing" tersebut sangat efisien dan menguntungkan bagi para nelayan di sana. Kondom ditiup seperti balon, disambungkan dengan tali dan senar pancing beserta umpan. Kemudian balon dibiarkan hanyut hingga ke tengah laut, kemudian tunggu sampai umpan dimakan ikan. Jika sudah dimakan, nelayan tinggal menarik tali tersebut.
Dengan modal hanya beberapa sen saja mereka bisa menghasilkan uang sangat besar, $10 sampai $20 jika hasil tangkapannya dijual di pasar gelap. Melalui cara ini, para nelayan Kuba bisa menangkap kakap merah, barakuda dan tarpon.
°Jepang
Di Jepang ada tradisi Ukai. Tradisi memancing tanpa menggunakan alat pancing yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Tradisi memancing ini hanya menggunakan tali dan burung bernama Kormoran.
Burung Kormoran yang pandai mencari ikan tersebut diikat lehernya menggunakan tali, lalu dilepas untuk mencari ikan. Jika ikan-ikan kecil yang tertangkap, maka akan dibiarkan untuk dimakan oleh burung tersebut. Tapi jika ikan besar yang tertangkap, maka si nelayan tinggal menarik tali burung tersebut lalu mengeluarkan ikan besar dari mulutnya.
°Taiwan
Taiwan punya nelayan api. Selama ratusan tahun mereka telah menangkap ikan sarden dengan bantuan tongkat api berbelerang yang dipegang di tepi kapal. Cahaya tersebut menarik ikan-ikan sarden hingga melompat keluar dari air dan masuk ke jaring nelayan api.
Dari musim sarden yang berlangsung selama tiga bulan yakni dari bulan Mei hingga Juli, dan dengan hanya 6 jam di bawah kondisi langit malam yang bagus, para nelayan api dapat menghasilkan tangkapan antara tiga sampai empat ton ikan sarden per perahu, dengan pendapatan mencapai $4.500, atau sekitar 61 juta rupiah.
Sayangnya, meskipun pemerintah Taiwan mensubsidi praktik tersebut, tradisi unik yang dulunya menjadi daya tarik turis ini terancam punah. Sekarang hanya dipraktikkan di pelabuhan belerang Jinshan, utara Taipei. Faktor meningkatnya peralatan penangkapan ikan yang makin modern dan minimnya minat pemuda dari desa nelayan untuk meneruskan tradisi unik tersebut, menyisakan generasi nelayan tua yang rata-rata berumur 60 tahun.
°Sri Lanka
Tradisi memancing unik masyarakat pesisir Sri Lanka ini dilakukan dengan cara bergelantungan pada tiang penyangga yang ditanam di tengah laut. Sejak zaman perang dunia II, tradisi ini masih dipertahankan secara turun-temurun hingga saat ini.
Dengan alat pancing sederhana, mereka memancing hanya menggunakan satu tangan, sementara tangan yang lain memegang tiang penyangga tubuh yang disebut dengan Petta. Ikan yang mereka cari adalah jenis Mackerels dan Koraburuwa.
°Afrika
Suku Dogon di Mali, Afrika, juga punya tradisi menangkap ikan yang unik. Desa Bamba yang menjadi wilayah suku tersebut adalah kawasan Gurun Sahara. Jarak dari Bamako, ibukota negara Mali, ke desa terpencil tersebut menempuh waktu 20 jam naik mobil.
Tradisi ritual unik Antago dilaksanakan hanya satu tahun sekali, dan dilakukan di sebuah danau satu-satunya di desa tersebut dengan dihadiri ratusan peserta pria dewasa.
Melalui aba-aba dari kepala suku, ratusan orang tersebut masuk ke dalam danau yang tidak terlalu dalam, dan mulai menangkap ikan-ikan (kebanyakan ikan lele) yang ada di dalamnya menggunakan tangan kosong selama 15 menit.
Ikan-ikan hasil tangkapan tersebut dimasukkan ke dalam keranjang yang mereka bawa. Setelah selesai, jumlah ikan yang tertangkap diberikan ke kepala suku. Kepala suku, lalu membagi-bagikan ikan dalam jumlah yang adil ke tiap orang. Selain saat tradisi dilakukan, tidak boleh seorang pun memancing di danau tersebut.
Bagi suku Dogon, tradisi tersebut dianggap suci. Maka para wanita suku Dogon dilarang untuk ikut serta, sebab mereka punya periode menstruasi.
Inti dari tradisi Antago tersebut adalah agar setiap orang dari suku Dogon tetap bisa memakan ikan walaupun hanya satu tahun sekali, serta memberikan waktu untuk ikan di dalam danau untuk berkembang biak.
°Indonesia
Sebagai pamungkas sekaligus penutup tulisan ini, tradisi terunik dan sarat dengan segala kearifan lokalnya ada di Intata, Sulawesi Utara. Tradisi Mane'e adalah menangkap ikan dengan janur atau daun kelapa yang masih muda.
Setiap bulan Mei, ketika terjadi air surut paling dalam, tradisi Mane'e dilangsungkan dari pagi hingga menjelang sore hari.
Caranya, mereka menyambung janur yang menyerupai rumbai hingga sepanjang 5 kilometer. Rangkaian janur panjang tersebut dibentangkan ke laut sambil dipegang oleh para nelayan asal Pulau Kakorotan. Kemudian mereka mengarahkan ikan ke palung tepi pantai.
Saat air laut surut, ikan sudah memenuhi palung. Kemudian para nelayan memasukkan ikan secukupnya ke perahunya. Selanjutnya ikan dibagikan ke para yatim piatu, para janda, dan lain sebagainya. Jika terdapat jenis ikan yang dilindungi, para nelayan tersebut harus melepaskannya.
Semoga bermanfaat. 😁..
Semua sumber tulisan ini diambil dan disarikan dari:
~
https://ekonomi.kompas.com/read/2011/02/27/20053180/menangkaplah.tuna.dengan.layang-layang
~
https://m.republika.co.id/amp/m5e9wh
~
https://www.merdeka.com/gaya/unik-nelayan-di-kuba-memancing-ikan-dengan-alat-kontrasepsi.html
~
https://www.suara.com/lifestyle/2019/01/27/060000/uniknya-tradisi-memancing-tanpa-alat-di-jepang-jadi-pingin-tiru
~
https://www.idntimes.com/science/discovery/desy-27/unik-taiwan-punya-tradisi-memancing-ikan-dengan-cara-ini-c1c2
~
https://www.liputan6.com/lifestyle/read/2265074/cara-unik-memancing-ikan-ala-orang-sri-langka
~
https://travel.detik.com/international-destination/d-3242932/mungkin-ini-cara-memancing-ikan-paling-gila-di-dunia
~
https://travel.detik.com/domestic-destination/d-2909374/mungkin-cara-mancing-terunik-sedunia-ada-di-indonesia
°Bogor,
Sabtu, 20 Juli 2019.
Komentar
Posting Komentar