Langsung ke konten utama

Unggulan

"DORAEMON"

Foto: Google "DORAEMON" Aku Nobi Nobita. Orang-orang biasa memanggilku Nobita. Usiaku kini mendekati 50 tahun, dan bukan lagi sebagai bocah kelas V SD. Aku baru tahu tidak lama setelah aku melangsungkan pernikahan, kenapa Takeshi Goda--atau si 'Big G', atau kami para temannya biasa memanggil dengan sebutan Giant--dulu selalu menggangguku. Ternyata dia, Giant, bertujuan baik, agar aku bisa menjadi lelaki tangguh kelak. Lelaki, atau lebih tepatnya suami tangguh bagi adiknya, Jaiko. Namun takdir berkata lain. Shizuka Minamoto, wanita yang sejak dulu aku sukai justru yang menjadi istriku. Walaupun dulu Shizuka sempat dekat dengan Dekisugi. Aku dan Shizuka dikaruniai seorang anak yang kini telah dewasa, yang aku beri nama sama dengan nama ayahku, Nobisuke Nobi. Anakku adalah anak yang periang, dan istriku masih saja terlihat cantik seperti dulu. Shizuka yang cantik dan baik hati. Masa kanakku adalah masa yang sangat berkesan. Penuh warna-warni persahabatan. Ter...

GURITA

Foto: Google (Diedit Sebagai Keperluan Tulisan)

Gurita atau Octopus dalam bahasa Inggris, berasal dari bahasa Yunani, yaitu  Ὀκτάπους, yang berarti delapan kaki, adalah hewan bertubuh lunak atau moluska. Mereka berasal dari kelas Cephalopoda, maksudnya adalah hewan yang kakinya terletak di kepala, dan dari 289 jumlah spesies yang ada, sepertiganya berasal dari kelas tersebut.

Gurita tidak memiliki tentakel. Delapan lengan mereka hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang atau tulang rangka luar, dan dilengkapi dengan alat pengisap berupa bulatan-bulatan cekung yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa. Lengan gurita juga bisa mencium dan merasakan sesuatu.

Umumnya gurita memiliki sekitar 240 potrusi (tonjolan) isap pada setiap lengannya, dan pengisap yang besar dapat menahan beban hingga 15 kg.

Pengisap tersebut juga sangat sensitif, dapat mengambil sinyal kimia halus dan bergerak secara individual, bahkan dapat dilipat setengah untuk menjepit.

Sebanyak 1.600 cangkir isap yang ditemukan di lengan gurita tidak hanya sebagai organ taktil, tetapi juga bisa mencium bau.

Dua pertiga neuron gurita berada di lengannya, bukan kepalanya. Artinya, lengan gurita bisa bergerak sendiri (diluar perintah otak gurita). Satu tangan bekerja membuka kerang, sementara tangan yang lainnya sibuk melakukan hal yang lain.

Pada gurita jantan, salah satu lengannya (biasanya lengan kanan ketiga) adalah alat reproduksinya, dan gurita betina, yang disebut Hen, mampu bertelur hingga 400 ribu butir sekaligus.

Usia hidup mereka relatif singkat antara 6 bulan sampai 5 tahun. Biasanya, beberapa bulan setelah melakukan perkawinan, gurita jantan akan mati, dan gurita betina mati tidak lama setelah bertelur.

Kematian gurita betina kebanyakan disebabkan tubuhnya yang sangat lemah dan rentan diserang oleh para predatornya. Sebab selama sekitar satu bulan tugas utama mereka adalah menjaga telur-telurnya dan mengabaikan untuk mencari makan.

Gurita tidak memiliki cangkang sebagai pelindung di bagian luar (seperti Nautilus) serta tulang di dalam tubuhnya seperti sotong dan cumi-cumi. Hal tersebut membuat tubuh gurita sangat fleksibel dan membuat gurita memilih hidup di terumbu karang samudera sebagai habitat utamanya.

Dengan kondisi tubuh seperti itu memungkinkan gurita untuk menyelipkan diri pada celah batuan yang sangat sempit di dasar laut, terutama sewaktu melarikan diri dari ikan pemangsa seperti belut laut Moray.

Uniknya, ternyata gurita memiliki paruh yang tersembunyi di kepalanya. Paruh tersebut terbuat dari keratin (zat yang sama untuk membuat kuku manusia). Gurita biasa menggunakannya untuk menghancurkan kepiting dan moluska yang mereka makan.

Dari berbagai percobaan dan pengamatan langsung, gurita layak dinobatkan sebagai invertebrata cerdas. Bahkan yang tercerdas. Meskipun otak mereka hanya seukuran buah kenari.

Mereka mampu membuat 'taman' sekaligus tempat untuk berkamuflase dari para predator, dengan cara mengumpulkan dan mengatur kerang, karang, serta bebatuan sebagai pernak-perniknya. Beberapa jenis gurita seperti gurita mimic bisa menggerakkan lengan-lengannya untuk meniru gerakan hewan laut yang lain.

Mereka mahir memecahkan berbagai masalah. Salah satunya dari percobaan mencari jalan di dalam maze. Hal tersebut menunjukkan bahwa gurita mempunyai ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.

Gurita juga bisa diajarkan untuk membedakan berbagai bentuk dan pola. Dengan belajar dari melihat saja mereka bisa membuka tutup toples. Mereka juga kerap melarikan diri dari dalam akuarium yang tertutup dan pindah ke akuarium lainnya untuk mencari makanan. Sering juga memanjat kapal penangkap ikan dan membuka ruangan penyimpanan ikan untuk memakani kepiting.

Mata gurita termasuk mata yang luar biasa kompleks, dan tetap dapat berorientasi secara horizontal, terlepas dari posisi tubuhnya. Jadi tak peduli mereka sedang terbalik atau miring, mereka melihat sesuatu tetap sama. Mereka juga tidak bermasalah jika harus berburu dengan penerangan yang kurang. Mata mereka "bisa" membedakan polarisasi cahaya.

Jika dalam kehidupan manusia ada istilah "Darah Biru", maka di kehidupan gurita, merekalah sejatinya penyandang "gelar" tersebut. Darah gurita berwarna biru pucat. Mereka mengembangkan darah berbasis tembaga yang disebut hemocyanin, yang menciptakan warna biru.

Hal menarik lainnya yang berkaitan dengan organ tubuh gurita adalah jantungnya. Ketika manusia sedang jatuh cinta saja sudah sedemikian dahsyat rasa "mpot-mpotannya", bagaimana dengan gurita yang memiliki tiga buah jantung?

Dua jantung gurita bertugas memompa darah melalui dua insang, sementara yang ketiga memompa darah ke seluruh tubuh. Tapi sejauh tulisan ini dibuat, belum ada seekor gurita pun yang datang untuk curhat karena putus cinta.

Gurita bernapas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan disemburkan keluar melalui tabung siphon yang berfungsi mengatur arah semburan.

Selain diberikan kemampuan untuk menyusun dan mengatur pernak-pernik sebagai bagian dari kamuflase, beberapa jenis gurita juga diberikan kelebihan berupa satu paket '4 in 1' mekanisme pertahanan untuk dirinya, yaitu tinta, perubahan warna tubuh, memutuskan lengan, dan menirukan bentuk makhluk lain.

°Tinta
Tidak hanya mengurangi visibilitas para predatornya, tinta gurita juga mengandung zat yang menumpulkan indra penciuman pemangsanya, membuat gurita yang melarikan diri lebih sulit untuk dilacak.

°Perubahan Warna Tubuh
Gurita dapat dengan cepat berkamuflase dengan lingkungan sekitarnya dengan cara mengubah warna. Mereka bisa berubah biru, abu-abu, pink, coklat atau hijau.

Kemampuan ini dikarenakan pada kulit gurita terdapat kromatofora berupa lapisan kantung-kantung pewarna yang lentur dan bisa mengubah warna, opasitas (kepekatan) dan refleksitas jaringan epidermis.

Ternyata kemampuan berganti warna tersebut juga digunakan gurita untuk berkomunikasi atau memperingatkan gurita lain. Seperti gurita cincin biru, berubah warna menjadi kuning cerah dengan bulatan-bulatan berwarna biru jika merasa terancam sekaligus memperingatkan musuh bahwa dirinya sangat beracun.

°Memutuskan Lengan
Beberapa spesies gurita dapat melakukan ototomi atau memutuskan lengannya sendiri, mirip cicak dan beberapa spesies kadal yang memutuskan ekor sewaktu melarikan diri.

°Menirukan Bentuk Makhluk Lain
Gurita mimic, memiliki sistem pertahanan ke-4 berupa kemampuan meniru bentuk hewan laut berbahaya lainnya seperti lepu dan belut.

Berkat tubuh yang lentur dipadukan dengan kemampuan berganti warna, gurita mimic juga pernah didapati mengganti tekstur mantel agar kamuflase menjadi lebih sempurna, bisa terlihat runcing-runcing seperti rumput laut atau benjol-benjol seperti tekstur batu karang.

Beberapa spesies lainnya juga punya kelebihan yang berbeda dan istimewa, seperti Vampir Squid alias gurita laut dalam. Mereka dapat menghasilkan cahaya sendiri.

Gurita laut dalam ini tertutupi seluruhnya dengan organ penghasil cahaya yang disebut photophores. Strobis bawah air ini mampu menghasilkan kilatan cahaya yang membingungkan sampai beberapa menit pada satu waktu.

Terkadang gurita juga bisa menjadi kanibal. Gurita dewasa memakan yang muda, dewasa memakan dewasa, bahkan gurita betina memakan yang jantan.

Namun dari semua jenis gurita yang ada, hanya gurita cincin biru yang mampu membunuh manusia, bahkan menjadi salah satu hewan laut paling beracun di dunia.

Berukuran kecil (12-20 cm) dengan totol-totol mirip cincin berwarna biru pada sekujur tubuhnya, sebenarnya relatif jinak. Mereka akan berbahaya jika merasa terancam. Racunnya mengandung Tetrodotoksin (tetrodox/TTX), yang dikenal belum memiliki penawar racunnya bagi manusia.

Gurita cincin biru mampu membunuh 26 orang dewasa dalam hitungan menit. Air liurnya yang beracun bisa mengakibatkan mual, serangan pernafasan, gagal jantung, kadang-kadang kelumpuhan total, kebutaan, dan dapat menyebabkan kematian dalam beberapa menit jika tidak segera diobati.

Kematian terjadi karena biasanya dari sesak napas karena kelumpuhan diafragma. Maka pengobatan pertolongan pertama adalah tekanan pada luka dan pernapasan buatan begitu kelumpuhan telah menonaktifkan otot pernafasan korban. Karena efek racunnya biasanya membunuh melalui kelumpuhan.

Korban sering terselamatkan jika dilakukan pernapasan buatan secara  terus-menerus tanpa jeda sampai bantuan medis tiba. Hal tersebut memastikan korban pada umumnya akan pulih kembali. Korban yang selamat dari dua puluh empat jam pertama biasanya sembuh total.

Gurita cincin biru hidup di dasar laut yang berpasir dan memiliki lumpur dengan batu-batu karang serta alga di dekatnya. Mereka dapat ditemukan di perairan laut dangkal dengan kedalamannya kurang dari 30 meter. Perairan dangkal itu di antaranya berada di perairan Australia, Jepang, perairan laut Asia Tenggara, dan juga Indonesia.

Demikian tulisan ini dibuat. Semoga bermanfaat. 😁..



°Bogor,
Rabu, 11 September 2019.

Komentar