Langsung ke konten utama

Unggulan

"DORAEMON"

Foto: Google "DORAEMON" Aku Nobi Nobita. Orang-orang biasa memanggilku Nobita. Usiaku kini mendekati 50 tahun, dan bukan lagi sebagai bocah kelas V SD. Aku baru tahu tidak lama setelah aku melangsungkan pernikahan, kenapa Takeshi Goda--atau si 'Big G', atau kami para temannya biasa memanggil dengan sebutan Giant--dulu selalu menggangguku. Ternyata dia, Giant, bertujuan baik, agar aku bisa menjadi lelaki tangguh kelak. Lelaki, atau lebih tepatnya suami tangguh bagi adiknya, Jaiko. Namun takdir berkata lain. Shizuka Minamoto, wanita yang sejak dulu aku sukai justru yang menjadi istriku. Walaupun dulu Shizuka sempat dekat dengan Dekisugi. Aku dan Shizuka dikaruniai seorang anak yang kini telah dewasa, yang aku beri nama sama dengan nama ayahku, Nobisuke Nobi. Anakku adalah anak yang periang, dan istriku masih saja terlihat cantik seperti dulu. Shizuka yang cantik dan baik hati. Masa kanakku adalah masa yang sangat berkesan. Penuh warna-warni persahabatan. Ter...

MUKENA

Foto: Google

Ternyata tidak mudah mencari sumber informasi mengenai sejarah atau asal usul mengenai mukena. Masih perlu diadakan riset secara mendalam lagi. Namun menurut beberapa sumber yang berhasil dihimpun, mukena merupakan 'produk' (baca: budaya) asli dari negeri tercinta ini.

Sampai sekarang, umumnya, mukena dikenakan di wilayah Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Sementara di wilayah negara-negara Timur Tengah, lebih terkenal burqa, atau abaya.

°Burqa ~ pakaian muslimah yang paling banyak menutupi bagian tubuh, dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pakaian ini menutupi bagian mata dengan kain jaring, namun pemakainya bisa melihat sekaligus membatasi penglihatan orang lain terhadap matanya. Perempuan muslim di Afganistan, Pakistan, dan India Utara adalah para pemakai burqa. Seperti mukena, burqa dikenakan di atas pakaian sehari-hari.

°Abaya merupakan busana khas Timur Tengah, atau biasa disebut sebagai Gamis Arab. Memiliki model yang simple, bentuk melebar dan nyaman dipakai untuk busana muslim, karena lekukan tubuh tidak akan terlihat.


Kabarnya, mukena adalah salah satu gagasan dari Walisongo yang akhirnya dipilih oleh kaum perempuan Nusantara kala itu.

Sebelum agama Islam masuk dan menyebar di Nusantara, keseharian kaum perempuan (khususnya di pulau Jawa) sudah terbiasa memakai kain panjang (jarik) yang tanpa dijahit, dan kemben yang hanya dililit. Hal tersebut membuat sebagian anggota tubuh mereka terlihat.

Dalam ajaran Islam, kaum perempuan sangat dimuliakan. Mereka sangat dihargai dan ditempatkan pada kedudukan yang tinggi. Seluruh tubuh mereka wajib tertutup (kecuali wajah dan telapak tangan) agar mereka terhindar dari segala keburukan pandangan.

Benturan antara budaya dan ajaran Islam tersebut menciptakan revolusi budaya yang menghasilkan karya berupa mukena. Perpaduan antara busana tradisional Nusantara dan ajaran Islam mengenai syarat berpakaian bagi kaum perempuan ketika sholat.

Secara Etimologi (cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata), kata mukena berasal dari:

Arab مِقْنَعٌ miqna‘ n sg m 'penutup kepala perempuan' dari
Arab قَنَّعَ qanna‘a v 'menutupi kepala'

Sumber:
Russell Jones, Loan-words in Indonesian and Malay, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008)Ibn Manẓūr, Lisan al-'Arab, (Cairo: Dār al-Ma‘ārif, 1431 H)

Atau, kain selubung berjahit (biasanya berwarna putih) untuk menutup aurat wanita Islam pada waktu salat; telekung.

Keunikan mukena ini sudah menjadi ciri khas busana muslimah Indonesia ketika shalat. Seiring waktu, perkembangannya mengalami kemajuan yang pesat. Tak hanya model, tapi juga warna, corak, dan bahan dasar pembuatannya pun bervariasi. Pastinya lebih indah secara estetika, dan semakin nyaman ketika memakainya. Baik yang jenisnya one piece (terusan), two piece (rok dan atasan), maupun abaya.

Semoga bermanfaat. 😊


°Bogor,
Kamis, 30 April 2020.

Komentar