 |
| Foto: Google |
● TIPS TES MADU MURNI ●
(Dengan 10 Cara)
Berikut ini ada 10 cara untuk mengetes madu murni:
1. Tes kejernihan ~ dengan melihat warna dan tekstur madu secara kasat mata.
Madu murni punya warna yang cenderung pekat. Biasanya juga terdapat kotoran alami, seperti serbuk sari atau remahan sarang lebah yang hancur ketika dalam proses penyaringan.
Sementara, madu campuran punya warna yang jauh lebih jernih, lebih bersih, dan cair. Secara umum tampilannya lebih menarik.
2. Tes rasa ~ buka kemasan tutup madu dan biarkan selama beberapa menit, setelah itu coba rasakan.
Selain teksturnya yang sangat kental (hal ini membuat madu murni agak sulit ditelan), rasa madu murni juga khas, yaitu tidak terlalu manis dengan sedikit aroma bunga. Rasa (dan aroma) tersebut tidak akan hilang setelah tutup kemasan dibuka selama beberapa menit sebelumnya.
Sementara itu, madu campuran rasanya akan hilang setelah bercampur dengan udara. Terkadang hanya menyisakan rasa gula dan aroma tambahan.
3. Tes konsistensi ~ ambil sesendok madu dan coba tuangkan dari ketinggian sekitar 30 cm.
Konsistensi kekentalan madu murni tidak akan mudah terputus hanya dengan sedikit perubahan gerak atau angin kecil.
Sebaliknya, madu campuran akan terlihat terputus-putus ketika dituangkan dari ketinggian.
4. Tes air ~ masukkan satu sendok madu ke dalam gelas berisi air mineral.
Madu murni tidak akan mudah tercampur dengan air, dan akan tenggelam sampai ke dasar gelas. Bentuknya cenderung terus menggumpal.
Kalau madu campuran akan mudah bercampur atau larut dengan air, dan cenderung terapung.
5. Tes kristalisasi ~ masukkan madu dalam wadah kaca ke dalam kulkas.
Madu murni yang dimasukkan ke dalam kulkas akan terlihat mengkristal dan menjadi keputihan karena sifat zat di dalamnya.
Sebaliknya, madu campuran sama sekali tidak akan membuat endapan kristal, bahkan terlihat sangat cair.
6. Tes kelengketan ~ tempelkan madu pada jari tangan selama beberapa menit.
Meski sangat kuat menempel dan sulit dipisahkan, madu murni akan meleleh dan terlepas perlahan dengan sendirinya.
Berbeda dengan madu campuran yang sangat lengket, ada bagian yang terus melekat pada jari.
7. Tes kertas ~ menuangkan madu di atas kertas.
Bagian kertas yang ditetesi madu murni tidak akan berlubang. Karena kadar air di dalam madu murni sedikit, bahkan tidak ada sama sekali.
Madu campuran akan meninggalkan bekas lubang atau sobekan pada kertas, karena mengandung campuran air.
8. Tes remahan ~ teteskan madu di atas remahan biskuit yang sudah diletakkan di atas piring.
Madu murni bersifat padat dan mengikat, makanya madu murni tidak akan menyebar ke bagian biskuit lain saat diteteskan.
Sedangkan madu campuran akan menyebar atau terserap ke bagian dalam biskuit.
9. Tes semut ~ letakkan beberapa tetes madu di atas piring, dan biarkan beberapa saat.
Meski ada kemungkinan dikerubuti semut, tapi kecenderungannya tidak akan ada semut yang sampai masuk atau nyemplung ke madu murni. Enzim di dalamnya beraroma kuat dan tidak disukai semut.
Pada madu campuran, akan mengundang banyak semut.
10. Tes panas ~ panaskan sesendok madu di atas api menggunakan lilin.
Saat memanaskan, madu murni akan cepat terkaramelisasi dan berbuih banyak.
Tidak demikian pada madu campuran, hal tersebut tidak terjadi.
Demikian "Tips Tes Madu Murni" ini dibuat. Semoga bermanfaat. 😊
Baca juga:
TIPS MENYIMPAN CABAI
°Bogor,
Sabtu, 18 April 2020.
Komentar
Posting Komentar