 |
| Foto: Diambil dari Google dan diedit sedemikian rupa untuk keperluan menulis. |
HEWAN AIR YANG BISA "TERBANG"
Hampir semua jenis burung adalah hewan yang punya kemampuan untuk terbang. Tapi ternyata, kemampuan untuk terbang tersebut juga dimiliki oleh tiga hewan air yang akan dibahas di bawah ini.
Meskipun kemampuan terbangnya tak sama pengertiannya dengan kemampuan terbang burung, faktanya, tiga hewan air ini memang punya kemampuan melayang di udara. Inilah mereka:
°Ikan Pari Mobula, seperti halnya ikan pari manta, merupakan ikan yang banyak dijadikan daya tarik wisata selam di berbagai negara dunia.
Di Indonesia, atraksi dari pari mobula ada di perairan Nusa Penida Bali, perairan Komodo, Teluk Cendrawasih, dan tempat lainnya. Sedangkan di negara lain ada di Maldive, Srilanka, Fiji, Australia, dan Filipina.
Ikan pari mobula ada sembilan spesies, semuanya memiliki bentuk tubuh seperti berlian. Lebar sayapnya rata-rata berkisar antara 1 – 3,7 meter, dan dapat "terbang" atau lebih tepatnya melompat setinggi 3 meter. Namun berdasarkan akun Twitter KKP RI, ikan ini ada yang memiliki lebar 5,2 meter dan bisa melompat setinggi 6,5 meter sekaligus berjungkir balik alias koprol di udara (tapi koprolnya ga sambil bilang "wow", ya).
Sampai saat ini, para peneliti belum dapat memastikan alasan utama kenapa ikan pari mobula melakukan aksi "terbangnya" yang tiba-tiba tersebut. Beberapa kemungkinannya adalah untuk menarik lawan jenisnya, sekedar bersenang-senang, menghilangkan ikan parasit yang menempel ketika tubuhnya menghantam air, atau untuk menangkap mangsa.
Insang ikan pari mobula telah menjadi produk perdagangan internasional karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, dan Indonesia menjadi salah satu negara produsennya. Hal inilah yang merupakan penyebab utama penurunan jumlah populasi yang tajam, dan memberikan ancaman terbesar untuk kelestariannya.
Sejauh penulis mencari informasi tentang kecepatan berenang ikan pari mobula, belum ditemukan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara pasti. Namun jika boleh dirata-ratakan, mungkin sekitar 21 kilometer per jam.
°Ikan Torani (Exocoetidae), atau nama gaulnya di Indonesia adalah "Ikan Ind*siar". Merupakan ikan laut yang banyak ditemukan di laut yang bertemperatur hangat, terutama di wilayah sekitar khatulistiwa, di perairan tropis dan subtropis di samudera Atlantik, Pasifik, dan Hindia, yang pastinya juga termasuk di perairan Indonesia, seperti di Laut Natuna, Laut Aru, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Halmahera, perairan Bali, perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya.
Ikan torani berada di urutan terakhir dalam 10 ikan tercepat di dunia. Kecepatan renangnya mencapai 60 kilometer per jam.
Kabarnya, telur ikan torani dihargai mahal dibandingkan ikannya itu sendiri. Para nelayan di Indonesia biasa memanen telur ikan torani secara masif di perairan Laut Flores dan Selat Malaka.
Ikan torani biasanya meletakkan telurnya di tumbuhan-tumbuhan laut seperti rumput laut. Mereka dapat bertelur sebanyak 4000 hingga 9000 butir dalam sekali pemijahan.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ikan torani terbang tidak benar-benar terbang seperti burung, kelelawar, atau bahkan kecoa. Mereka hanya “melayang” di udara untuk waktu yang lumayan lama. Sayap mereka aslinya adalah sirip yang terdapat di depan dan belakang tubuhnya, mampu dibentangkan dengan sangat lebar serta berselaput, namun tidak bisa dikepakkan.
Teknisnya untuk bisa "terbang", mereka berenang dengan kecepatan sangat tinggi di dekat permukaan air (gas pol rem blong pokoknya), kemudian setelah mendapat momentum yang tepat, mereka akan menyeruak keluar dari air. Dibantu dorongan yang kuat dari ekornya, akan membuat ikan torani ini melayang ke udara, setelah itu dibentangkanlah sirip mereka yang unik tersebut, yang berfungsi untuk menangkap angin seperti layang-layang.
Biasanya, ikan torani melompat keluar dari air dalam rangka kabur dari ikan-ikan pemangsanya yang berukuran besar.
Setelah melayang cukup lama dan mulai mendekati air lagi, ikan torani bisa mengepakkan ekor mereka ke tepian gelombang untuk mendapat momentum tambahan untuk kembali ke udara. Itulah yang menyebabkan mereka bisa lumayan lama berada di udara.
Umumnya, ikan torani bisa berada di udara sejauh 50 meter dengan ketinggian sekitar 1,2 meter. Tapi rekor terlama yang pernah tercatat adalah 45 detik, dengan jarak terjauhnya adalah 400 meter.
°Cumi-cumi "terbang" (Ommastrephes bartrami) bisa ditemukan di kawasan perairan bersuhu hangat di Samudera Pasifik, Atlantik, dan Hindia.
Dilihat sekilas secara fisik, cumi-cumi "terbang" tidak beda jauh dengan cumi-cumi pada umumnya. Bedanya, jika bagian lengannya dilihat lebih dekat, akan terlihat salah satu ciri khusus, yaitu adanya sepasang lengan dengan membran (selaput daging) yang bentuknya lebih lebar.
Cumi-cumi "terbang" tidak memiliki musim kawin yang jelas, namun mereka memiliki lokasi perkawinan khusus saat musim kawin tiba, yang bergantung dari habitat mereka masing-masing. Spesies yang hidup di Samudera Pasifik utara contohnya, akan bergerak ke arah selatan saat musim kawin tiba, sementara spesies yang hidup di Pasifik selatan akan menempuh rute sebaliknya.
Jumlah telur yang dilepaskan oleh cumi-cumi "terbang" betina bisa mencapai 3 juta butir lebih, namun hanya sebagian kecil dari telur-telur tersebut yang bisa menetas dan tumbuh sampai dewasa dikarenakan berbagai faktor, seperti cuaca dan pemangsa. Ketika dewasa mereka bisa mencapai panjang tubuh maksimal 45 cm (jantan) dan 60 cm (betina).
Di Jepang, keberadaan cumi-cumi "terbang" awalnya hanya sekedar rumor saja, khususnya bagi para nelayannya. Namun setelah ada yang dapat mendokumentasikan makhluk tersebut ketika sedang "terbang", seorang ilmuwan dari Hokkaido University yang bernama Jun Yamamoto akhirnya melakukan penelitian.
Yamamoto menemukan fakta dengan menguntit kawanan yang terdiri dari ratusan cumi-cumi tersebut di barat laut Pasifik, 600 km timur Tokyo, pada Juli 2011.
Ia mengungkapkan bahwa cumi-cumi tersebut mampu "terbang" dengan cara menyemprotkan air yang bertekanan tinggi, sehingga tercipta daya dorong.
Selain mampu "terbang" hingga jarak 30 meter selama 3 detik, cumi-cumi tersebut juga punya kecepatan "terbang" yang sangat cepat, yang mampu mengalahkan pelari bernama Usain Bolt, peraih medali emas dalam Olimpiade.
Pengukuran Yamamoto menunjukkan, cumi-cumi tersebut bisa "terbang" hingga kecepatan 11,2 meter/detik, sedangkan Usain Bolt 10,31 meter/detik.
***
Demikian tulisan ini dibuat, semoga bermanfaat.
°Bogor,
Selasa, 14 Januari 2020.
Komentar
Posting Komentar